Khabar yang kurang baik mencoreng dunia wisata Bali. Tentu ini sangat disayangkan, karena Bali menjadi barometer wisata Nasional. Betapa ruginya kalau hal ini sampai mempengaruhi kunjungan wisata di Bali dan tanah air pada umumnya. Kotornya pantai-pantai ikonik di Bali ini sampai disorot media internasional.

Seperti ditulis detiktravel yang melansir Daily Mail, Bali kembali jadi sorotan karena sampah plastik. Sampah-sampah ini menggunung di area bibir Pantai Kuta dan Jimbaran. Masalah sampah ini memang rutin terjadi mulai dari Desember hingga Maret nanti. Sampah plastik yang dibawa oleh laut ke pantai mencapai 30-60 ton tiap harinya.

Namun penduduk setempat percaya kalau tahun ini lebih buruk dari sebelumnya. Adanya pandemi membuat Bali harus sepi turis. Resor-resor di sekitar pantai harus mengurangi banyak karyawan terkait sepinya okupansi.

Akhirnya resor-resor tak mampu untuk membayar pasukan pembersih yang biasanya membuang sampah-sampah plastik musiman ini dari pantai. Sehingga sampah plastik terlihat menumpuk di sana.

Bukannya tidak dibersihkan. Sebenarnya banyak kelompok relawan yang sudah membantu. Namun hal ini tetap saja belum maksimal. Wayan Puja dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung yang meliputi Pantai Kuta, Seminyak dan Jimbaran mengatakan bahwa sampah-sampah ini seakan tak pernah habis.

"Kami sudah bekerja sangat keras untuk membersihkan pantai, namun sampah terus berdatangan," kata Wayan.

Setiap hari Wayan dan tim mengerahkan personel, truk dan pemungut sampah. Sampah tersebut datang berlipat-lipat setiap harinya.

Meski ini fenomena tahunan, namun kondisi sampah makin parah karena cuaca. Dr Gede Hendrawan, Kepala Pusat Penginderaan Jauh dalam Ilmu Kelautan di Universitas Udayana Bali mengatakan kalau sistem penanganan sampah di Indonesia tidak efektif.

"Bali baru mulai menata, Jawa juga baru mulai," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Bali, Wayan Koster mendesak adanya tindakan serius untuk membersihkan pantai yang menjadi daya tarik wisata. Pemerintah Kabupaten Badung harusnya memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta.

"Pantai Kuta harusnya memiliki peralatan dan sumber daya manusia yang memadai sehingga dapat bekerja dengan cepat untuk membersihkan sampah yang terseret ke pantai," ungkapnya.

Koster menambahkan bahwa penanganan sampah di pantai Bali harusnya bekerja 24 jam sehari. Apalagi saat musim hujan, ada saja wisatawan yang datang ke pantai.

Yuk, jaga destinasi wisata nasional kita tercinta untuk kemajuan wisata kita!



0 Komentar